Senin, 30 Juni 2014

Minoritas

Summer 2014
Empat bulan sudah saya lalui kehidupan di negeri ginseng ini. Bisa dibilang kuliah dan les bahasa korea saya di Spring semester kemaren tidak begitu padat. Tapi waktu seminggu itu benar2 cepat berlalu dan sepertinya waktu 24 jam sehari itu tidak cukup. Masih lumayan tertatih untuk membiasakan diri rajin membaca. Mengerjakan paper di tiap minggu nya. Ikut berpartisipasi di kelas mengeluarkan pendapat. Si diri masih belum berprilaku 100% sebagai master student yang seutuhnya. Godaan pun juga banyak, mulai dari kecepatan internet hingga benar2 bikin lalai :p dan godaan untuk nuris kesana kemari.

Pernah baca sebelumnya jika ingin mencoba suatu hal yang baru jadi lah golongan minoritas. 

Di kelas, saya satu-satunya mahasiswa asing Islam dan berjilbab. Masih ingat ketika kelas pertama di awal semester, bagaimana pandangan prof langsung tertuju kepada saya. Bagaimana teman2 sekelas mengajak saya untuk ikut minum2 sbg welcome party dan saya kabur pulang. :D Sampai dipertemuan terakhir prof yang langsung mengajak saya utk ikut party. Dan mengajak saya mencoba alkohol malam itu, Tetapi setelah saya jelaskan, prof minta maaf dan tetap menyuruh saya ikut party dan bilang "kamu bisa minum jus". Malam itu juga senior2 bertanya tentang jilbab yang saya kenakan. Ada yang terima dengan apa yang saya jelaskan ada yang sedikit mencibir. Yaaa saya menjadi minoritas disini.
Jika saya bepergian ke tempat umum seperti station, subway, pasar, mall saya benar2 menjadi pusat perhatian ahjumma dan ahjussi. Mereka akan memandang saya dari atas ke bawah. Jika mereka bersama dengan teman akan dilanjutkan dengan berbisik-bisik dan kembali berulang2 melihat saya. Tetapi salah satu pengalaman yang tidak akan pernah lupa, saat itu saya ada di dalam subway menuju Hongdae. Karena kereta lumayan penuh saya tidak dapat tempat duduk dan berdiri di dekat pintu. Kebiasaan orang korea mulai menular kepada saya, dalam kereta buka hp dan asik sendiri. Tak beberapa lama setelah itu ada sekelompok ahjumma yang baru naik dan di station selanjutnya rem kereta saat berhenti lumayan terasa dan membuat salah satu ahjumma dikelompok tersebut sedikit terlempar ke arah saya dan beliau menarik lengan saya agar tidak jatuh. Sadar yang dia pegang adalah orang asing, mereka berbisik2 "Dia dari negara mana ya?" langsung saya jawab "Saya dari Indonesia". Mereka terkejut karena saya bisa bahasa Korea. Karena ada beberapa tempat duduk kosong sekelompok ahjumma ini duduk. Saya tetap berdiri. Ahjumma yg duduk di dekat pintu tiba2 menyuruh saya berdiri di dekatnya. Beliau memulai percakapan dengan memuji bahasa korea saya dan mengagumi saya yang berjilbab. kemudian lanjut menanyakan kenapa saya bisa sampai di korea, Beliau menunjukkan perhatian, memegang tangan saya dan menggosok2 nya yang saya artikan sebagai naluri keibuannya. Bahkan teman2 beliau dan orang lain di gerbong tersebut menjadikan kami sebagai pusat perhatian. Beliau bercerita juga tentang anak nya yang kuliah di SNU dan KAIST. Dan karena saya bilang saya suka kimchi si ahjumma ini mengajak saya untuk berkunjung kerumahnya. Tapi karena sudah sampai di stasiun yang dituju, teman2 beliau mengajak turun dan sebelum turun beliau berpesan untuk rajin, semangat kuliah dan belajar bahasa korea nya. Ya...ini pengalaman lain menjadi minoritas di sini.
Di kampus biasanya pandangan aneh itu tidak terlalu jelas seperti di luar karena sudah banyak juga mahasiswa asing berjilbab di Korea Univ

Makan di luar pun tidak bisa sebebas di Indonesia. Harus mau membaca hangeul untuk tau kandungannya, mau dan tidak malu bertanya bahkan untuk jajanan kecil pun. Mengakali nya saya benar2 harus rajin masak. Lebih baik masak sendiri. Salah satu tujuan kuliah ke luar negeri memang agar menambah skill memasak saya. Jika di Indonesia masih akan termanjakan dengan banyaknya restoran dan rumah makan. Disini karena terpaksa jadi terbiasa. Semoga ;D
Summer ini juga bertepatan dengan Ramadhan. Imsak untuk Seoul pukul 3.20 dan Maghrib 19.58. Mencoba berpuasa dengan waktu 16,5jam lamanya. Dan yang pasti untuk berbuka tidak ada pasar Ramadhan disini. Tiba2 saya ingat Bukittinggi dan Bandung. Surga makanan ;p

Disatu sisi menjadi minoritas menurut saya baik karena kita akan diperlakukan spesial (dalam artian baik) tapi tidak jarang juga saya mendapat perlakuan yg sedikit kurang baik disini. Walau bagaimanapun saya menikmati kehidupan saya disini, bertemu dengan orang2 baru, mengenal budaya baru. Alhamdulillah saya bisa memiliki kesempatan ini dalam hidup saya.


Sabtu, 21 Juni 2014

Nabihah, Raja Sejong dan Gyeongbukgung

Satu goshiwon, jarang bertemu dan siang itu tiba-tiba ketemu Nabihah yang baru pulang dari kampus. Saya dan Mba Tizzy selalu bergosip kalo Nabihah anak nya cuek dan tidak terlalu suka berkomunikasi. Kita gang goshiwon (Mba Tizzy, Abang Zokhri, Merve, Hyobin, saya) sering mengajak Nabihah jika ingin jalan keluar bersama. Tapi selalu ditolak. Saya pribadi berpendapat Nabihah memang mungkin tidak terlalu suka berkumpul dengan orang asing yang baru dikenal dan tidak suka kehebohan spt yang sering kami lakukan kalau sudah ngumpul. Nabihah berasal dari Brunei, Exchange student jurusan matematika di KU. Sudah ada di KU dari Agustus 2013 dan akhir Juni 2014 ini dia sudah harus kembali ke Brunei untuk melanjutkan studi S1 nya di Universiti Brunei Darussalam. 
Oke kembali ke awal, seperti biasa saya menyapa Nabihah, biasanya dijawab hanya dengan senyuman tapi kali ini dia membalas sapaan saya dengan pertanyaan 
" Hari Jum'at ini free ga?" "Free, Kenapa Nabihah?" 
" Saya mau ajak kamu jalan2 sekitar Seoul" "Serius???dalam rangka apa?"
" Saya kan sudah mau balik ke Brunei, Jadi pengen ngajak kamu jalan2 aja"
 Masih kaget karena Nabihah yang berinisiatif ngajak
" Tapi cuma kamu dan teman kamu yang Indonesia satu lagi ya"
  Hahahaha Tetap Nabihah masih pemalu pikir saya. Dan langsung saya terima ajakan dari Nabihah. 
Tiba2 dia menceritakan kalo pas di kampus tadi lagi ada shooting runningman dan dia ketemu kwangsoo dan sempat berfoto2 ria....dan sangat irilah saya mendengarnya....Padahal itu termasuk salah satu list yang harus saya lakukan jika sudah disini. Dan kali ini terlewatkan. Hiksss
Singkat cerita Mba Tizzy ga jadi ikut karena harus kerja kelompok dan jadilah ini ngedate saya berdua dengan Nabihah. Jujur, sebelum berangkat saya agak khawatir, Sedikit kurang asik aja jika teman jalan2 itu orang yang pendiam. Tekad saya, gimanapun cara nya saya harus buat Nabihah sering bicara. :D
Hari H
Sebelumnya kita janjian berangkat bersama setelah Sholat Zhuhur. Tapi pagi jam 10an Nabihah Katalk dia sedang di luar cari sarapan, Jika nanti tidak kekejar pulang kita langsung ketemuan di lokasi. Dan memang spt itu adanya, saya berangkat sendiri ke Gwanghwamun. Karena janjian di platform yang sama, kita langsung ketemu saat turun. Keluar station dan sampai lah kita di Gwanghwamun Square tempat patungnya King Sejong yang menciptakan Hangeul dan  Admiral Yi Sun Shin. Karena ada stand foto gratis menggunakan Hanbok, saya dan Nabiha tidak mau melewatkan, ikut ngantri dengan beberapa turis disana. Dibawah Gwanghwamun Square ada museum yang menceritakan tentang King Sejong dan Yi Sun Shin. Masuk ke museum ini free. Kali pertama saya masuk ke Museum yang ada di Korea. Benar-benar modern dan semua yang dipamerkan terjaga dengan baik. Karena tujuan utama ke Gyeongbukgung kita tidak berlama2 di museum ini. Jalan sedikit dari Gwanghwamun Square sampai lah di gate Gyeongbukgung. Sejauh ini perjalanan dengan Nabihah meyenangkan. Malah dia yang banyak bertanya ke saya. Oke perjalanan mulai menyenangkan. Untuk bisa menjelajah Gyeongbukgung kita harus membeli tiket masuk seharga 3000 Won. Saya kira Gyeongbukgung ini tidak terlalu luas dan ternyata luassss sekali, dan senangnya ternyata Nabihah termasuk teman yang bisa saya ajak menjelajah setiap sudut istana ini.


 Lelah setelah muter2 istana, kita ngadem di National Folk Museum of Korea masih dalam komplek Gwanghwamun. Museumnya kita kelilingi juga termasuk nyobain permainan traditional anak2 Korea yang ada di halaman museum tersebut. Mulai sore dan mulai lapar. Nabihah sebelumnya melihat poto Rapokki di Hp saya dan dia tertarik mau makan itu. Akhirnya kita memutuskan untuk ke restoran Rapokki tersebut walaupun lokasi nya di daerah Ewha Woman's Univ (이대) lumayan jauh dari Gwanghwamun. Karena sudah hampir setahun ada di Korea, Nabihah sudah lumayan senior dlm masalah per-bus an. Kita naik bus ke 이대 dan langsung menuju restoran Rapokki langganan saya dan Mba Tizzy. Kita pesan seporsi rapokki dan kimbab tuna, daaaannnn salahnya lupa bilang kalau jangan pakai ham di kimbab nya. jadilah si kimbab ada ham yang tidak lain dan tidak bukan adalah pork. hiksssss...
Kekenyangan tapi belum mau pulang, akhirnya kita masuk ke kampus Ewha Woman's Univ dan menjelajah masuk ke salah satu bangunan yang jadi ladmark nya kampus ini. Lumayan lama muter di dalam nya akhirnya benar2 kecapean kemudian memutuskan pulang. Daaaan berakhir lah ngedate hari itu dengan Nabihah. Ternyata Nabihah tidak pendiam seperti saya dan Mba tizzy gosipkan. Hari itu kita cerita banyak dan dari sana kita jadi lebih dekat. Sayangnya 4 hari lagi dia harus balik ke Brunei. Sedihnyaaaa...ketika baru mulai dekat dan harus berpisah
See u Makcik, Semoga dapat beasiswa S2 dari kerajaan dan kembali ke sini ;)



Senin, 21 April 2014

Semoga Suatu Saat....

Hari ini seperti biasa saya berangkat untuk Korean course ke Itaewon Global Center. Alhamdulillah di tempat course ini saya sudah mempunyai teman yang sangat sangat dekat. Keiko oneechan dari Jepang. Sedikit aneh juga hanya dalam waktu 1 minggu saya dan Keiko neechan sudah sangat akrab. Teman yang lain pun mengira kami sudah kenal berbulan-bulan sebelumnya. Mungkin karena saya tidak punya Kakak perempuan dan Keiko neechan juga tidak punya adik perempuan. Jadi kita bisa klop...hahaha Dari dahulu saya punya pendapat bahwa orang jepang tidak mau terlalu dekat dan terbuka dengan orang asing apalagi yang baru kenal (ga tau juga pendapatnya datang dari mana :D). Tapi Keiko neechan tiba-tiba menghapus sirna pendapat saya itu. Pada awal perkenalan malah dia yang awal menyapa dan membuka topik pembicaraan. Perhatiannya benar-benar berasa dari seorang kakak kandung. Sangat senang tiba-tiba dapat sosok seorang kakak disini. Neechan tahu kalau saya Muslim tidak makan pork dan tidak minum alkohol. Dan juga sudah tahu dengan logo halal. Saya jelaskan sebelumnya ketika kami makan kebab bareng setelah kelas. Neechan sangat hati-hati kalau kita makan bareng ditempat yang tidak ada logo halal. Teliti dia baca semua ingredients terlebih dahulu...I love the way she takes care on me. Mungkin karena neechan sudah menjelajah berbagai negara jadi pandangannya sudah lumayan global masalah agama.

Selesai kelas, kita selalu jalan bareng menuju subway station. Karena hari ini mau beli ayam halal dan razia sosis halal di Foreign Market Itaewon saya bilang ke Keiko neechan saya mau nyebrang dan kita berpisah disana. Sebelumnya saya sudah pernah ajak Keiko neechan sekali kesana, dan ternyata kali ini dia juga  mau ikut. Jalan lah kita ke arah foreign market dan bermula lah pembicaraan itu.
Keiko neechan : Disini banyak kelihatan orang Muslim ya...
Saya : Iya, bisa dbilang dari sini ke atas kaya perkampungan Muslim dari Middle East. Disini juga 
tempatnya Seoul Central Mosque.
Keiko neechan : Wahhh disini ada Mosque juga. Dimana?
Saya : Jalan ke atas lagi, baru sampai di Mosque nya.
Pembicaraan terputus karena sampai di tujuan dan kita sibuk nyari belanjaan....
Lanjut lagi....
Keiko neechan : El Mosque nya itu jauh kah?
Saya : Ngga koq, neechan mau kesana?
Keiko neechan : Kesana yukk...pengen lihat.
Akhirnya kita berdua jalan ke Mesjid Itaewon. Nyampai gerbang depan Mesjid si neechan langsung terkagum-kagum ngeliat desain nya dan ada tulisan Syahadat gede. Dia menyuruh saya untuk membaca tulisan Syahadat tersebut. Saya langsung kaget ketika dia mengulang bacaan syahadat saya dua kali. Saya ingin menjelaskan kepada neechan apa maksud dari tulisan tersebut, tapi saya benar-benar sangat kebelet pipis saat itu.
Di tempat wudhu
Keiko neechan : El, itu kamu ngapain?
Saya : Ini namanya wudhu, kita harus bersih sebelum praying.
Dan neechan pun ngangguk2....
Seoul Central Mosque - Itaewon
Kita masuk ke dalam mesjid, dan neechan khawatir kalau dia boleh  masuk atau tidak. Saya tarik tangannya untuk masuk saja.
Dalam Mesjid, Saya ambil satu tempat, letakkan tas dan bilang "neechan duduk disini ya" dan saya langsung ngambil mukena. Neechan masih ngerasa asing dengan pemandangan dalam mesjid. Ketika saya tanya ternyata ini adalah  pengalaman pertamanya masuk Mesjid. Prayer room wanita ada di lantai atas, jadi kita bisa melihat jamaah laki-laki yang sedang sholat. Sambil memasang mukena saya panggil neechan untuk melihat ke arah bawah. "Kamu prayingnya seperti itu juga? " "Iya". Neechan masih terpaku melihat ke bawah. Dan saya memulai sholat. Saya sadar ketika neechan duduk tidak jauh dari saya dan benar-benar memperhatikan semua gerak-gerik saya saat sholat. Selesai sholat dan berdo'a. Saya menoleh ke arah neechan. Ekspresi wajah nya aneh.
Saya : Neechan kenapa?
Keiko neechan : Saya tersentuh ngelihat kamu praying. Gerakannya indah dan menunjukkan ketaatan pada Tuhan mu. Saya ngerasa sesuatu yang aneh di hati saya. 
Sangat kaget mendengar jawaban itu....
Perjalanan pulang neechan pun masih semangat nanya tentang makanan halal dan pakaian muslim.
Ohhh Neechan semoga suatu saat.....

Rabu, 19 Maret 2014

Catatan Mundur

Alhamdulillah hari ini 6 Maret 2014 saya berada dalam sebuah kamar goshitel diseberang main gate Korea University, tidak jauh dari Korea Univ Subway Station Exit 6. Masih terasa mimpi saya benar-benar ada disini menjadi master student. Ingin rasanya flashback kembali ke tahun lalu....
April  --- Pengumuman hasil seleksi administrasi LPDP
May   --- Seleksi wawancara LPDP di Gedung AA.Maramis II, Kementrian Keuangan
Juni    ---  Pengumuman hasil seleksi wawancara LPDP
Juli     --- Bulan galau memilih Korea atau Jepang
Agus  --- Program Pengayaan / Kepemimpinan LPDP dan masih galau
Sep    --- Memutuskan ambil Korea Univ dan melengkapi semua persyaratan
Okt,Nov    --- Galau menunggu pengumuman Korea Univ
Des     --- Pengumuman Kelulusan Korea Univ, dan mulai Les Bahasa Korea

Dan tahun 2014
Jan    --- Bolak balik ngontak KU dan LPDP (Tuition Fee,Visa, SA1)
Feb   --- Visa selesai, Les korea selesai dan mudik dulu ke Bukittinggi sebelum berangkat

Rencana awal berangkat tanggal 21 Feb dan ternyata karena weekend tiket pesawat pun sold out. Keberangkatan ditunda jadi tanggal 24 Feb. Alhamdulillah berangkat bareng mba tizzy, jadi ga kesepian dan ga kaya anak ilang banget :D

25 Feb  
Pilot dan pramugari sudah mengumumkan pesawat akan segera mendarat di Incheon, namun pesawat masih berputar-putar di langit korea sekitar sejam, kemudian ada pengumuman bahwa pesawat tidak diperbolehkan mendarat di Incheon karena kabut yang sangat tebal. Akhirnya pesawat dialihkan landingnya ke Jeju. Sejam di Jeju dan kita diperbolehkan kembali terbang ke Incheon. Mendarat di Incheon, keluar imigrasi, ambil bagasi daaaaannnn Welcome in Korea. Dan saat itu benar2 dingin, Jika berbicara mulut pun beruap :D
Bersama Mba tizzy langsung memesan tiket bus airport limousine ke Seoul. Sekitar 50 menit perjalanan dari Incheon ke seoul, dan kamipun berhenti di pemberhentian bus tidak jauh dari KU. Alhamdulillah 'wenjangnim' goshitel bersedia menjemput kami. Sehingga tidak terlalu riweuh berdua dengan mba tizzy bersama koper2 yang ampun2 an berat nya. Dan malam ini adalah malam pertama saya di negeri ginseng ini. Karena tidak menyangka suhu masih sebegitu dinginnya, perlengkapan tempur pun tidak terlalu saya siapkan dari Indonesia. Dengan heater yang tidak terlalu terasa, maka saya lewati lah malam itu dengan menggigil kedinginan.hiksssss
26 Feb
Sarapan ramyun di goshitel dan setelah beberapa hari dan beberapa kali makan baru kelihatan ternyata mengandung pork...Nooooo  :( , Course registration dan pertemuan pertama dengan Prof. Park Innwoo setelah beberapa tahun hanya berkomunikasi via email :)

27 Feb --- Orientasi Graduate Student KU dan siangnya lanjut ke KBRI untuk lapor diri
28 Feb
Jalan2 ke Itaewon, Mesjid di Itaewon itu benar2 damai. Di jalan menuju mesjid ada foreign market dan mba tizzy histeris menemukan Indomie...hahaha
1 Mar --- Di ajak Mr. Kim jalan2 ke Dongdaemun dan ditraktir shabu2
2 Mar --- Berkunjung ke CJ I-House
3 Mar 
Kuliah pun dimulaiiiiii, Kuliah pertama dengan Prof. Cho Daeyon, Alhamdulillah dapat teman baru. Huanhuan dari China. Kelas ini gabungan mahasiswa master dengan doktoral.
4 Mar 
Kuliah kedua dengan Prof. Park Innwoo. Kelas ini juga gabungan master dan doktoral tetapi lebih banyak mahasiswa doktoralnya. Jadi teman2 baru di kelas ini adalah Bapak2 n Ibu (Sunbaenim) Tapi Alhamdulillah mereka baik2 dan mau diajak berkomunikasi walaupun mereka malu2 diajak ngomong Inggris. Kelas ini adalah duet Prof. Park Innwoo dan Prof. Robert Reiser dari Florida State Univ. Karena Prof. Robert Reiser berada di Florida jadi perkuliahan pun menggunakan video conference. Menurut rencana Prof. Robert Reiser akan berkunjung ke KU Juni nanti dan akan mengajar langsung 2 kali pertemuan.

Huaaaaa...minggu pertama perkuliahan dan tugaspun sudah mulai berdatangan. Dan menjadi master student benar2 dituntut untuk banyak baca. Harus bisa menghilangkan malas dan berdamai dengan hati kalau tujuan kesini bukan nuris.....:D



Kamis, 06 Maret 2014

Perahu saya itu bernama LPDP


Sejak awal kuliah di jurusan Pendidikan Ilmu Komputer, Universitas Pendidikan Indonesia(Bandung), Saya sudah pasang niat dan ancang-ancang untuk melanjutkan S2 dengan beasiswa ke luar negeri. Karena masih menyimpan impian ketika SD target saya adalah ke Negara Asia Timur (Jepang dan Korea). Basic saya adalah pendidikan Ilmu Komputer, dua Negara ini adalah Negara yang memang bagus bidang teknologi dan pendidikannya, Selain itu bonusnya adalah bahasa dan budaya. Saat kuliah saya mencoba apply student exchange ke University of Tsukuba Jepang. Dari pihak kampus sudah menerima, tapi saat itu terbentur beberapa kendala seperti keuangan, gempa dan tsunami yang mengakibatkan meledaknya reaktor nuklir di Fukushima, dan saya saat itu sedang dalam tahap pertengahan skripsi. Akhirnya dengan berat hati saya lepas kesempatan itu.
Oke, Setelah selesai ujian sidang saya fokuskan kembali perburuan beasiswa. Karena memasuki pertengahan tahun DIKTI sudah tutup, Monbukagakusho dan KGSP pun sama. Saat itu saya mendapatkan informasi bahwa  Monbukagakusho U to U deadlinenya tergantung Univ tujuan. akhirnya saya cari informasi ke kampus univ apa saja yang sudah ada MoU kerjasama dengan UPI. Satu Univ yang pas dengan saya yaitu Kanazawa Univ. Saya telusuri websitenya, cari jurusan yang saya mau, lihat data profil Professor dan akhirnya saya memutuskan untuk mengontak Prof yang sesuai dengan research interest saya via email. Tidak lama saya mendapatkan balasan dari Prof di Kanazawa Univ dan beliau menyatakan tertarik dengan penelitian saya tetapi saat ini beliau sudah pindah ke jurusan Matematika tidak di computer science education lagi. Hmmm…sedikit kecewa, saya balas email beliau dan saya menanyakan ada Prof lain tidak yang beliau rekomendasikan untuk saya. Alhamdulillah beliau membalas dan langsung me-cc email tersebut ke prof yang direkomendasikan. Prof yang direkomendasikan adalah Hasegawa Sensei dari School of Information Science, JAIST. Saat itu saya langsung kontak Hasegawa Sensei walaupun kesempatan Monbukagakusho U to U sudah tertutup karena tidak ada MoU UPI dengan JAIST. Alhamdulillah, sambutan sensei ini sangat baik. Saya diminta mengirimkan research plan. Selang sehari langsung ada balasan dari sensei bahwa beliau tertarik dengan rencana penelitian saya. Saya ungkapkan bahwa saat ini saya sedang mencoba mencari beasiswa dan ternyata beliau juga saat itu berusaha menanyakan ke pihak JAIST adakah beasiswa dari JAIST atau kemungkinan untuk Monbukagakusho. Saya benar-benar sangat salut dengan bantuan Hasegawa Sensei. Sehari setelah itu beliau mengirimkan daftar-daftar beasiswa yang ada di JAIST beserta penjelasannya. Ada beasiswa 5D dari JAIST master langsung doctor tapi terkendala di GRE, ada lagi beasiswa2 yang lain tapi tidak melingkupi semuanya. Akhirnya saya memutuskan untuk tidak tergesa-gesa dan mencoba Monbukagakusho di tahun selanjutnya. saja Komunikasi tetap saya jaga dengan Hasegawa Sensei.
Memasuki awal tahun 2013, KGSP dibuka. Saya lengkapi semua aplikasi. Oya…tahun sebelumnya saya sudah coba juga KGSP ini dengan kampus tujuan Korea University, tapi hanya sampai tahap seleksi wawancara dan saya tidak lulus.  Tahun ini saya coba apply ke univ yang berbeda yaitu Hanyang Univ. Proses seleksi nya lumayan lama. Ketika Februari DIKTI buka pendaftaran saya submit juga semua persyaratannya dengan Universitas Tujuan JAIST . Tidak lama setelah itu Tika teman saya menyampaikan informasi kalau Kementrian Keuangan membuka peluang beasiswa namanya LPDP. Saya coba buka websitenya, lihat persyaratannya dan hmmmm…yang membuat saya malas apply beasiswa LPDP ini saat itu adalah kita diwajibkan menulis 2 essay yang menurut saya harus lumayan berimajinasi tingkat tinggi.
Karena judul essay nya adalah ‘Peranku Untuk Indonesia’ dan ‘Sukses terbesar dalam hidupku’. Mendekati deadline, account LPDP sudah saya buat, semua persyaratan lain sudah terpenuhi tinggal 2 essay ini. Akhirnya dimalam sebelum deadline saya kebut 2 essay tersebut.hahaha….Ketika akan submit keseluruhan dokumen hari esoknya ternyata website LPDP sedang dalam maintenance dan deadline diundur beberapa hari. Fiuuhhhhh…..Ketika web nya sudah bisa diakses kembali saya upload semua persyaratan dan ketika saya klik tombol submit ada pernyataan apakah yakin akan submit, ngga tau kenapa saat itu saya berpikir ngga usah sekarang aja submitnya dan saya klik tombol back. Tapi ternyata muncul jendela pesan bahwa dokumen sudah terkirim. Dan saya pun bingung, ada apakah ini??padahal yang saya klik tombol batalkan…eng…ing..eng…Tapi tidak masalah karena semua dokumen sudah lengkap. Karena LPDP menentukan Universitas tujuan kita dan JAIST tidak ada di list akhirnya  saya menginputkan Korea University karena komunikasi saya dengan salah seorang Prof disana lumayan baik. Kemudian Monbukagakusho pun buka pendaftaran, saya penuhi persyaratannya dan semua dokumen dikirim ke Kedubes Jepang di Jakarta. Jaring sudah ditebar….tinggal menunggu mudah2 an ada rejeki. Jujur, saat itu saya lebih mengharapkan Monbukagakusho karena sudah memiliki komunikasi yang sangat baik dengan Hasegawa Sensei.
Yang pertama mengumumkan hasil adalah KGSP dan ternyata seleksi dokumen pun saya tidak lulus….hikksss lumayan sedih…Kemudian LPDP mengumumkan hasil seleksi dokumen, pengumuman ini pun saya tahu karena ada teman yang memberikan info lewat fb. Jujur saat itu saya tidak terlalu excited. Tiga hari setelah info kelulusan seleksi dokumen saya mendapatkan email dari pihak lpdp untuk mengikuti tahap seleksi wawancara di Kementrian Keuangan Jakarta. Galauuu…ke Jakarta atau tidak. Akhirnya memutuskan coba dulu aja sekalian tambah pengalaman. Ketika sudah berkumpul dan sempat berkenalan dengan peserta wawancara yang lain disitulah saat saya berpikir “Ya ampunnn…Ini orang-orang keren semua” dan sempat minder…hahaha Tapi Alhamdulillah menurut saya saat itu, wawancara nya bisa saya lalui dengan baik dan ada sedikit harapan. Hasil seleksi tahap wawancara ini akan diumumkan sekitar 3 minggu setelahnya. Nah…yang awalnya saya tidak begitu serius dengan LPDP ini setelah wawancara saya berdo’a ‘Ya Rabb… Izinkan LPDP ini menjadi rejeki saya’. Hari pengumuman dan saat itu saya ada di kantor. Mulai dari pagi sudah saya pelototin web LPDP dan tidak terhitung berapa kali saya reload berharap pengumumannya sudah di posting. Sampai siang masih belum ada, Orangtua pun juga ikut deg2an. Sore masih belum ada. Jam Kantor sudah lewat, pikiran saya mungkin pengumumannya ditunda. Menjelang Magrib saya coba buka lagi web nya. Dan sudah ada….deg2an saya download filenya. Buka,scroll….scroll….puluhan nama sudah saya lewati dan tiba2 ada rasa dingin yang turun dari kepala sampai kaki…Huaaaa Alhamdulillah ada nama saya…..Sujud Syukur…
Setelah itu langsung ingat bahwa pilihan saya untuk LPDP adalah Korea Univ bukan JAIST…Tidak masalah, pikiran saya saat itu saya akan mengajukan pindah univ ke LPDP nya. Sebelumnya saya komunikasikan masalah ini dengan Hasegawa Sensei. Saya minta pendapat beliau, saya cantumkan link profil Prof yang ada di Korea University. Dan ternyata diluar dugaan saya, Hasegawa Sensei lebih merekomendasikan saya untuk tetap ambil Korea Univ jangan pindah ke JAIST dengan alasan Prof yang di Korea lebih bagus dari segi pengalaman, lebih dalam ilmunya dan sangat pas bidang penelitian nya dengan saya dibandingkan dengan beliau. Second opinion saya minta kepada Pak Didin yang kebetulan dosen UPI juga yang saat ini Phd di JAIST dengan bimbingan Hasegawa Sensei. Pendapat Pak Didin jika Sensei berkata demikian, berarti memang seperti itu adanya, Karena menurut beliau orang Jepang itu jujur. Hati saya masih kuat ingin ke Jepang, Persyaratan pindah Univ dari LPDP saya penuhi. Karena JAIST tidak termasuk list univ tujuan LPDP, jika ingin pindah univ kita harus melampirkan pernyataan (Atase Pendidikan KBRI setempat) atau publikasi dan tulisan dari pihak lain yang menyatakan bahwa univ tujuan kita tersebut bagus. Saya coba hubungi Bapak M. Iqbal Djawad (Atase Pendidikan KBRI Tokyo). Alhamdulillah beliau setuju memberikan rekomendasi tentang JAIST.
Dibulan itu juga DIKTI mengumumkan hasil seleksi administrasi, Alhamdulillah saya lulus dan dipanggil juga untuk seleksi wawancara. Karena sedikit ada masalah penempatan wawancara akhirnya saya putuskan tidak lanjut DIKTI. Insya Allah LPDP sudah pasti. Bulan selanjutnya pengumuman Monbukagakusho dan ternyata saya tidak lulus. Yang benar2 saya harapkan ternayata tidak lulus, tetapi LPDP benar2 jadi penghibur yang sangat luar biasa saat itu. Ya…berarti ini lah rejeki yang benar2 Allah beri untuk saya. Galau masih berlanjut sampai tiba saatnya seleksi terakhir LPDP yaitu Program Pengayaan. Selesai pengayaan 11 hari, saya buat satu keputusan saya akan pilih Korea Univ. Saya sampaikan keputusan tersebut kepada Hasegawa Sensei, dan beliau sangat mendukung. Karena saya masih akan mengikuti enrance exam Korea Univ saya sampaikan kepada Sensei plan B jika saya tidak berjodoh dengan Korea Univ saya akan kembali ke JAIST dan Alhamdulillah beliau tidak marah….di emailnya beliau menyampaikan bahwa beliau juga berharap yang terbaik untuk saya. Benar2 salut dengan sensei ini. Saya mulai fokus mempersiapkan segala dokumen yang akan dikirim ke Korea Univ. Dua minggu sebelum deadline, Alhamdulillah dokumen saya sudah sampai disana. Tinggal berdo’a….
Menunggu…apalagi beberapa bulan ya ampun….4 Desember 2013 saat itu saya sedang berada di Lombok. Lihat email dan ternayata dari Korea Univ dan subjek emailnya admission decision. Ternyata pengumumannya lebih cepat sehari dari yang dijadwalkan. Deg2an minta ampun saat buka email ketika baca congratulation sedikit berkurang deg2an nya dan teliti saya baca email keseluruhan. Alhamdulillah, saya dinyatakan lulus untuk jurusan Educational Technology, Graduate School of Education,Korea University. Syukur tiada henti2 nya….   
Ternyata pepatah minang itu benar
“Dapek nan di hati, dak dapek nan bakandak hati. Dapek nan bakandak hati, dak dapek nan di hati”
Saya belajar bahwa apa yang benar2 kita inginkan itu belum tentu yang terbaik menurut Allah untuk kita. Yang sangat saya inginkan adalah lanjut S2 di JAIST dengan monbukagakusho ternyata Allah tidak menjodohkan saya dengan itu. Tetapi Allah menjodohkan saya dengan Negara Asia timur kedua yang saya ingin dengan beasiswa murni dari Negara Indonesia. Mudah-mudahan dengan beasiswa dari Negara sendiri ini akan semakin besar semangat saya berjuang menimba ilmu dan kemudian kembali untuk mengabdi kepada ibu pertiwi.
Dengan perahu LPDP ini saya akan berlayar mengarungi riak, gelombang dan badai samudera demi mencapai cita dan asa.



Sabtu, 17 Desember 2011

Singapore 1-4 Dec 2011 (Epilog)

Teman...Pengalaman2 yang kita alami selama backpacker ke Singapore, membuat kita semakin lebih mengenal satu sama lain. Dengan perjalanan 4 hari ini, kejadian yang sama2 membuat kita tertawa, emosi yang terkadang naik turun saat letihnya badan. Tp itu semua akan menjadi kenangan yang manis untuk kita kenang .

Nia : Asisten Ketua Rombongan Ceunah. Berdasarkan pengakuan, yang bersangkutan mempunyai tipe kaki yang kurang bersahabat untuk jalan jauh. Di hari kedua, kakinya “AsKetRo” kita ini benar2 sakit. Untuk berdiri dan berjalan pun susah. Kita semua pun bingung apa yang bisa dilakukan untuk setidaknya membantu mengurangi rasa sakit. Tp setelah istirahat dan bermandikan geliga, Alhamdulillah si kaki nya kembali bersahabat. Padahal sebenarnya berniat untuk tidak ikut ke Sentosa dan kabur ke rumah pamannya. Nia, Wonderwoman dalam perjalanan ini, pulang pergi menyandang ransel yang beratnya minta ampun. Bahkan ransel waktu pulang sekitaran 15 kg dan itu yang dibawa lari2 dari hostel ke stasiun bugis…hahahahahaha

Ega : Sempat bad mood saat menunggu sang uda di Changi, dan kita semua malah memutuskan mending ketemuan di Bugis. Tapi setelah ketemu dengan gio, langsung berubah cerah dan berseri…hahahaha. Sempat perang dingin dan diam2 an sama gio gara2 disenggol orang tp malahan disuruh minta maaf, bicara dengan suara yang lumayan tinggi saat di Bugis. Tp kembali senyum ketika di foto dan yang motonya gio…prikitiewwww……

Vera : Sebelum ke Singapore ceritanya beli sandal baru. Karena baru, jadi aja pas dibawa jalan2 di Singapore kakinya lecet. Nyerah dengan sandal baru akhirnya minjam sandal ega. Pas di vivo city ternyata sol sandal ega pun lepas. Walhasil vera jalan nya jadi nyeret2 kaki. Ketika nunggu sentosa express ngeliat bapak2 yang juga nyeret kaki, ternyata si Bapak sol sepatunya juga lepas…hahahaha disana kita ngga bisa nahan ketawa. Akhirnya beli sandal di sentosa. Sandal jepit SGD 7….50 ribu….haiyahhhh…..

Truel : menamakan dirinya si cuantique yang lagi lusuh dalam perjalanan ini. Celetuk2 an yang bikin ketawa. Saat itu kita salah ambil MRT ketika mau pulang ke Bugis. Setelah itu truel berkata “Aku bener2 ga tau lho el masalah MRT2 an, perasaan semuanya sama aja deh. kotak dalam tanah” bikin ngakak kita semua. Trus nia nambahin “kalo kita tinggal sendirian disini gimana?” truel jawab “nangis aja”…geleng2….truel…truel… sempat jadi artis dangdut juga ketika kita berteduh di salah satu pintu keluar stasiun MRT esplanade yang belum beroperasi, dan ujug2 jadi model kehilangan catwalk di depan lift the merlion.

El : Ketua rombongan yang selalu kebingungan kalo pasukannya ditanya jawabannya ngikut…sahabatan sama peta, dan sering salah baca peta kalo udah rada teler jalan. Kata truel, el berubah jadi el yg lain ketika di Singapore…..iya gitu truel??? wibawa ketua rombongan kali yak…hahahahaha

Terima Kasih teman,

Kehadiranmu melengkapi dan membuat perjalanan ini lebih berwarna….

Mari impikan dan wujudkan rencana2 gila selanjutnya…..^^


Salam Damai

Ketua Rombongan

Rabu, 14 Desember 2011

Singapore 1-4 Dec 2011 (Day 3 n 4)

Yatttaaaaaaaaaaaaaa…………ga ujan….hari ini perjalanan dimulai dari bugis, lanjut Chinatown, dan sentosa. Breakfast di hostel lagi. Hari ini di dapur ketemu bule yang mau cuci piring, orang china yang lagi oles2 slai ke roti dan salah seorang staff ABC yang lumayan marah karena ada yang nyimpen sejenis makanan yang sepertinya sudah tidak layak konsumsi di kulkas. Dia ngegerutu dengan staff lain yang cowok pake bhs china, lumayan teriak2, saya diam nyimak dengan saksama sambil listening bahasa mandarin gratis…ternyata benar adanya istilah orang minang “cino karam” hahahahha

Karena pas hari kedua belanjanya masih sedikit dan minjam yang teman dulu jadinya uang di dompet masih utuh SGD 50. Tuker ke Kenix teryata dia ga punya dan akhirnya ada bapak2 india yang lagi ngegodain si Kenix menawarkan tuker uangnya ke dia saja. Thank you bapak2 india…..:)

Hari ini juga kita check out hostel, balikin semuanya dan deposit kembali. Tetapi karena masih mau ngider seharian kita titip aja ransel yang berat di hostel. Rencana kita jemput sepulangnya dari sentosa. Pamitan dan poto2 dulu sama Kenix.

Ke bugis kita jalan kaki dari hostel, nyebrang, ketemu bugis junction, nyebrang lagi, jalan, sampai deh…bugis ini kaya pasar atas nya kota Bukittinggi, penuh dengan pedagang kaki lima yang ngejual souvenir Singapore, belanja oleh2 lagi yang 3 for 10. Kalo menurut saya souvenir dan baju di bugis lebih murah, unik dan banyak pilihan dari pada orchard atau Mustafa centre. Shopping lagi, dan kemudian kita nyobain uncle ice cream (SGD 1). Es potong berbagai macam rasa kemudian di balut dengan roti tawar. Nostalgia masa kecil dengan es tontong di bukittinggi….hehehe

Lanjutkan perjalanan ke Chinatown, naik MRT lagi dari stasiun bugis ke Outrampark ganti kereta kearah punggol turun di Chinatown. Di Chinatown pertama kali kami mengujungi Sri Mariamman temple, kebetulan lagi ada ritual memandikan patung dewa di kuil ini. orang-orang india memenuhi kuil, pengunjung boleh masuk tetapi tidak diperkenankan mengambil foto. Jika memang ingin ngambil foto bayar SGD 2, jika curi2 ngambil foto dan kedapatan oleh yang jaga bayar SGD 3. Salah seorang diantara kami kedapatan dan lumayan dimarahi sama yang jaga…hahahaha dasaar…..karena udah bayar yasud kita puas2in foto keliling kuilnya dan menyaksikan langsung ritual di kuil tersebut. Lanjut jalan ke Buddha tooth relic and temple museum. Tadi india sekarang Chinese semua, masuk ke kuil nya bau dupa yang terbakar semilir kemana2 di bawa angin. Kaget ketika nyampe di dalam patung Buddha nya gede amat, berwarna emas dan terkesan sangat mewah. Di dinding tepi2 kuil berjajar rapi patung2 buddha kecil memegang bermacam benda dgn berbagai pose yang saya ga tau berapa jumlah nya. kalo ga salah satu dinding jumlahnya 10.000 an lebih. Puas di kuil ini dan waktu sholat telah masuk kami menuju Masjid Jamae Chulia yang lokasinya berada sebelum Sri Mariamman temple. Saya tersenyum sendiri 3 kepercayaan berbeda dalam satu deretan jalan yang sama.

Selesai sholat next destination, Sentosa. Dari China town kita nyoba naik bus ke Vivo City. Lupa waktu itu naik Bus nomor berapa…heheehe pertama kali nyobain bus bertingkat, langsung cari spot tempat duduk di lantai 2 nya. sekitar 10 menit perjalanan sampailah kita di Vivo city. Laper….Muter2 nyari food court di vivo city, akhirnya ketemu dan saya memilih untuk mencoba nasi briyani dengan ayam+kentang. Nasi briyani ini seperti nasi kuning pake bumbu rempah, dan ayamnya hampir sama dengan ayam gulai di padang total (SGD 4,9). Berniat explore lebih jauh skydeck nya vivo city nan katanya bagus terhalang oleh hujan. Huaaaaa….akhirnya kita terdampar di satu spot teduh yang pemandangannya ke arah harbour front dan sentosa. Duduk di sini menikmati hujan, sentosa express dan kapal yang pulang pergi, cable car, disini kita bernostalgia bagaimana kita bisa sampai dinegeri singa ini dan akhirnya kita disini dan hampir menyelesaikan perjalanan.

Ketika hujan sudah mulai reda, kita beranjak menuju tempat pembelian ticket Sentosa Express. Via mesin yang tersedia kita beli Sentosa Pass (SGD 3). Masuk ke stasiun nya, tak lama kemudian si Sentosa Express datang, naik dan sekitar 3 menit kemudian kita sudah sampai di Sentosa. Stasiun pertama Waterfront. Kita turun. Yaaaa disinilah universal studio itu berada, jalan sedikit, kemudian di depan saya berdiri gagah bola dunia universal itu. Kita disini teman…………….byasanya Cuma liat di internet atau foto orang lain…sekarang this is our turn….hahahahaha poto2……

Takut kehabisan kita langsung menuju tempat pembelian tiket Song of the sea, ternyata untuk show jam 7.40 udah sold out, padahal kita incar yang itu biar bisa nonton crane dance jam 9.00. Huhhhu bingung……dan saat sudah rela melepas crane dance membayar yang jam 8.40, truel punya ide kenapa ga kita ambil aja song of the sea yang jam 09.40. yup…benar jadi kita bisa nonton kedua2 nya……hahahaha I luph u truel….muaaahhhhh…..

Tiket Song of the sea udah dapat, saat itu sekitar jam 6 sore menunggu crane dance jam 9 malam. Kita putuskan untuk ke imbiah station. Jalan, muter dan kita mencoba masuk ke the merlion, patung singa yang tingginya sekitar 37 meter. Tiket masuk SGD 8. Pertama masuk kita disuguhi film tentang sejarah nama merlion. Setelah itu menggunakan lift kita ke atas (bagian mulut dan bagian kepala). Bagian mulut ada petugas yang bantuin kita untuk foto2. Di bagian kepala pemandangannya Subhanallah kereeeeenn bangeeeettttt. Singapore dari atas…hujan…jadi kita basah2 payungan tidak mau melewatkan momen ini. Ga masalah basah2 juga, harus dinikmati sepuas mungkin 8 dollar booo……..

Keluar dari the merlion, menyusuri merlion walk, hujan dan lampu2nya bikin suasana romantis….jalan terus sampailah di beach station. Foto2 sebentar di bangunan depan beach station, dan di depan plang masuk song of the sea. Setelah kita foto di depan plang song of the sea kerumunan orang yang keluar sehabis nonton song of the sea yang jam 7.40 memenuhi depan beach station, semuanya pake mantel plastic (karena hujan penonton diberikan mantel plastic agar tetap bisa menikmati pertunjukan),semua orang terlihat seperti pelahap maut dalam harry potter.hahahaha

Takut telat dan tidak bisa menikmati Crane Dance Free Show jam 9 malam, kami bergegas ke beach station, dan langsung kembali ke waterfront station. Jalan ke resort world sentosa,lihat plang crane dance. basah2 an tetap pertunjukan crance dance nya keren….durasi nya 13 menit.

Berpacu dengan hujan yang turun kita jalan lagi ke waterfront station menuju beach station, song of the sea jam 9.40 malam. Pas mau masuk gate song of the sea, tiket saya tidak ketemu saudara2….cemas dan huaaaa 10 dollar ilang dan ngga bisa nonton…hiks….hiks…bongkar tas n dompet. Di bantuin vera ternyata tiketnya nyelip di dompet…l luph u vhe…..hahahahaha

Masuk, cari posisi tengah dan pasang mantel plastic. Jejengggg….pelahap maut siap utk nonton Song of the sea, Selama pertunjukan saya hanya diam dan terpana, sesekali berucap keeeeerreeeeeennnnnnnn………………..

Okey…sentosa harus kita tinggalkan teman, kembali ke Vivo city. Dalam perjalanan pulang ke Vivo City ada perasaan aneh di hati, the journey is almost over, tapi masih belum rela ini semua berakhir. Nyampe vivo city ambil MRT ke punggol turun di outrampark ganti ke arah Changi kemudian turun di Bugis untuk jemput ransel yang tadinya dititip dulu di hostel, ambil barang2 langsung lari2 ke stasiun Bugis karena jam sudah menunjukkan pukul 11, dan STP kita berakhir jam 12 malam ini. Wajah yg sudah lusuh dan pucat, napas ngos2 an, tetapi masih ketawa2 sepanjang jalan menuju stasiun Bugis. Sekitar jam 11.45 kita nyampe di changi.

Karena pesawat kita baru jam 10.35 keesokan hari maka kita tidak mau melewatkan pengalaman backpackeran lainnya, yaitu tidur di changi. Karena kita belum check in jangan bayangkan akan bisa istirahat di rest area atau lounge2 nyaman yang ada di changi. Bersama gio saya kelilingi terminal 1 sampai 3 untuk mencari spot yang nyaman untuk sekedar selonjoran dan rebahan. Sedangkan teman2 yang lain sementara terdampar dulu di Terminal 3. Pencarian berakhir di Viewing Mall Terminal 1 lantai 3. Kursi yang lumayan berbusa dan ac yang menurut saya tidak terlalu dingin, dekat toilet dan memang sudah banyak orang2 yang sepertinya juga backpacker dari negara2 lain telah tidur nyenyak disana. Yup…ini lah hostel kita untuk malam terakhir di negeri singa ini. Kembali ke Terminal 3 untuk menjemput mereka yang terdampar. Sebelum merebahkan badan di sederetan kursi yang akan jadi kasur ini, tak lupa untuk sholat isya dan jama’ ta’khir maghrib. Nyari prayer room kita nanya ke petugas yang kerja di changi, memang di terminal 1 sebelum kita check in ga ada prayer room. Dan si petugas bilang “ just find the suitable location, you can pray there….feel easy” mendengar si petugas berkata seperti itu akhirnya kita sholat di belakang kursi yang akan kita jadikan kasur malam itu. Arah kiblat, mengikuti software penentu arah kiblat di hp ega.

Keluarkan apapun yang bisa dijadikan bantal, rebahkan badan dan tiduuuurrrrr…………

Jam stengah 6 lewat masuk waktu shubuh, bangun….buka mata, pemandangan yang langsung terlihat adalah pesawat yg parkir di shubuh hari, bersih2 sholat. Sehabis itu muter di sekitar viewing mall lanjutkan jalan turun ke lantai 2, pengen nyoba nelpon dari changi ke Indonesia. Dengan 60 sen lumayan sudah bisa ngobrol dengan orang tua di Bukittinggi sekitar 1,5 menit. Nyobain mandi di changi (FYI: di changi ada toilet jongkok yang pake pancurannya, biasanya paling tepi dan ada tulisan “mind your step”). Abis mandi beres2 barang yang akan masuk bagasi sambil sarapan roti sobek bekal dari bandung. Setelah selesai, dengan berat hati kami tinggalkan singgasana malam terakhir di Singapore itu menuju Terminal 2. Owh yah, rencana awal kembalikan STP ke ticketing office agar deposit kembali, tetapi karena kantornya baru buka jam 12 siang, akhirnya kami putuskan tidak mengembalikan STP dan membawa pulang saja, moga2 kartu ini yang akan memanggil2 kami kembali kesini. :)

Yahhh…inilah saat nya teman, jam stengah 9 pagi kita check in, langsung ke imigrasi dan kemudian lanjut ke gate E5 keberangkatan , Batavia air sudah berdiri gagah disana menunggu kami untuk menaikinya. Rencana awal ingin mengeksplore changi lebih jauh, apalah daya waktu yang sangat mepet. Walaupun ga sempat eksplore changi, tapi harus menyempatkan diri menikmati fasilitas kursi pijat sebelum masuk ruang tunggu. Kursi pijat nya ajibbbb….benar2 ngilangin rasa gempor di kaki….pengen rasanya dibawa kabur ke kosan…”,

Jam 10 lewat kita masuk ruang tunggu, pas mau masuknya diperiksa lagi. Benar2 ketat. Ternyata disini baru berlaku aturan “cairan yang lebih 100 ml ga boleh dibawa masuk”. Alhasil botol minum kecil saya yang isinya lebih 100 ml di buang…huhuhuhu. Tak lama, petugas telah meminta kami untuk naik ke pesawat. Yeah…its over, pesawat ini akan membawa kita kembali ke kehidupan nyata. Sudah mulai galau lagi, skripsi, kerja…hahahahaha.

Alhamdulillah….tak henti2 nya mensyukuri nikmat ALLAH, 4 bulan setelah wisuda diberi kesempatan untuk melihat negeri lain di bumi-NYA dengan hasil keringat sendiri. Allah, ku memohon pada-MU, izin kan aku untuk melihat negeri-negeri lain di bumi-Mu ini.
Jam 11 siang pesawat kami landing di Husen. Antrian yang panjang di imigrasi, dengan pengalaman yang sangat kontras jika dibandingkan dengan imigrasi di Singapore, begitu pula saat pengambilan bagasi. Sehingga di pikiran pun muncul kata2 “sepertinya bandara Husen Sastranegara belum siap menjadi bandara internasional”. Yup, ini benar2 telah berakhir kawan, menggunakan taxi Lanud Husen Sastranegara kita kembali ke peradaban masing2.