Rabu, 24 Juni 2015

Hello Japan (Part 4)

Kyoto station pagi itu sudah ramai, karena si shinkanshen nya berangkat masih stengah jam lagi saya mampir ke toko bento tak jauh dari tempat saya berdiri. Hmmm...galau milih, semua tampak kiyut dan enak :p Untuk memastikan tidak ada unsur yang tidak di inginkan saya bertanya kepada mas2 yang jaga. Di luar dugaan si mas ngecek satu2 semua bento yang ada di sana yang sesuai dengan kriteria yang saya sebutkan dan merekomendasikan yang menurut dia yang paling mantap :D Makasi mas....
Dan shinkanshen saya pun datang, naik dan ohooo~ ini dia shinkanshen. Shinkanshen tidak berhenti lama, sekitaran 3 menit dan sudah langsung berangkat lagi. Rasa aneh dihati saat kereta perlahan meninggalkan Kyoto. Hey bangun anak muda, perjalanan harus dilanjutkan....
Karena belum sarapan saat di hostel langsung saya buka bento :D Alhamdulillah bento yg direkomandasikan mas2 tadi sesuai harapan. Stengah jam setelahnya kereta pun berhenti di Nagoya station, penumpang pun naik, tidak lama dan langsung berangkat lagi. Shinkansen ini berangkat awal dari Osaka dan pemberhentian terakhir Tokyo. Jadi rute nya Osaka-Kyoto-Nagoya-Yokohama-Tokyo. Jadi setelah Nagoya station ini saya akan turun, tapi itu masih lama sekitar 1.5 jam lagi. Okey menariknya selama perjalanan dengan shinkanshen ini saya bisa melihat pergantian cuaca satu daerah ke daerah yang dilewati. Dari Kyoto sampai Nagoya cerah dan ada matahari, Lewat Nagoya mulai mendung, hujan dan di beberapa daerah setelahnya salju dan bahkan badai salju.



Mendekati Yokohama cerah kembali dan pemandangan dari jendela saat itu membuat saya berkaca2 ala karakter2 di komik....
Yattaaaaaa Gunung Fuji nya keliatan :D


Tidak lama setelahnya, Shin-Yokohama station. Keiko neechan dan Ken-chan sudah menunggu di sana. Di tempat yang sudah dijanjikan kami bertemu. Huaaa beberapa bulan tidak bertemu setelah kepindahan nya ke Jepang dari Seoul. Keiko neechan terlihat fresh dg rambut pendek nya. Ken-chan langsung mengambil alih membawa koper saya. hehehe 
Rencana awal hari itu hanya keliling Yokohama, tapi Ken-chan bilang ke Tokyo aja yukk....Semangat saya bilang yukkk...hahahaha Koper pun kita tinggal di locker station. Lumayan lama tidak bertemu, kangen2an , bully2an lagi dan merasakan keisengan Ken-chan lagi...Pasangan ini yahhh selalu ketawa kalo deket mereka.

Rute pertama adalah Asakusa, karena memang saat itu tanggal merah di Jepang nya jalan menuju Asakusa padattttt ampuuuunnnnn










Karena dingin dan asakusa padat bgt, Ken-chan mengajak untuk masuk ke sebuah gedung diseberang Asakusa untuk ngangetin badan bentar dan bisa liat pemandangan dari atas.  Dari gedung itu juga sudah keliatan Tokyo Skytree


Lanjutkan perjalanan, dan di jembatan ini tiba2 ingat salah satu scene nya Itazura Na Kiss Love in Tokyo :D





Sampai di Skytree, niat hati ingin naik ke puncak (Tembo galleria) nya tapi karena angin kencang mereka tidak melayani visitors yang ingin naik dengan alasan keselamatan. Alhasil kita hanya di bolehkan naik hanya sampai lantai 30 sekian. Hmmm baiklah sepertinya belum rejeki.








Sudah malam, dan laper. Ken-chan bertanya mau makan apa. Dengan percaya diri saya jawab sushi (padahal sebenernya ngga percaya diri bisa makan ikan mentah:p) Tapi walau bagaimanapun, harus nyoba, udah di jepang juga. Akhirnya Ken-chan bener2 bawa ke restoran sushi yang katanya paling enak. Adanya di deket rumah mereka daerah Hiyoshi station, Yokohama. Berarti sekalian kita jalan pulang. Bye~ untuk malam ini Tokyo...

Restoran sushi favorite Ken-chan ini ngga gede, tapi selalu penuh katanya, dan ternyata malam itu juga penuh. Kami juga harus ngantri luamayan lama untuk dapat seat. Tapi kata Ken-chan demi rasa mereka mau ngantri lama. Hmmm...seenak apa sihhh...penasaran saya





Daannn, tenyata memang enak saudara2...Ngga ada amis nya. Sebelumnya pernah nyoba sushi di Indonesia dan Seoul tapi amis dan itu yang bikin saya ngga suka. Disini malah mau lagi, mau lagi :p Makasi Ken-chan.

Owh iya, ada kejadian menarik di restoran sushi ini, jadi karena saking enaknya makan saya ngga merhatiin keadaan sekitar. Ternayata ada kakek2 sebelah Ken-chan yang dari awal sudah merhatiin saya. Pas kita udah mau selesai makan nya, beliau nanya ke Ken-chan. 

"Itu (saya) siapa nya?"
"Orang mana?"
"Di Jepang belajar ya?" dan terakhir
"Kawaii nee....." dan saya pun GR dipuji kakek2 :*)

Sebelum si kakek pergi, tiba2 beliau menyodorkan sekantong kresek jajanan snack pada saya sambil senyum. Trus beliau bilang 

" Ini buat kamu, bukan buat mereka ya...(sambil menunjuk Keiko neechan dan Ken-chan)"
Kami pun serentak ketawa
" Haii, Arigatou, Ojiichan "
Dan malam itu pun saya dapat fans kakek2 lagi :D

Beres makan, jalan menuju apato Keiko neechan dan Ken-chan dimana saya akan menginap untuk beberapa hari kedepan. 
"Ojamasimasu..."

Sebenarnya Keiko neechan dan Ken-chan baru pindah ke apato tersebut dan sebenarnya pula belum ada perlengkapan untuk tamu menginap. Tapi Ken-chan bela2in beli futon baru untuk saya. Terharuuu....

Dan ada yukata juga dari Keiko neechan, langsung minta coba dipake malam itu juga...hahaha



Oyasumi~


Sabtu, 20 Juni 2015

Sabtu, Ramadhan, Hujan

Sabtu, 20 Juni 2015,
Ramadhan hari ke-3,
dan Seoul  pun hujan dari pagi dengan geluduk yang jarang2 nya.

Semester 3 secara resmi berakhir sudah, yang artinya coursework sebagai mahasiswa master berakhir dan resmi pula jadian dengan si thesis utk beberapa bulan ke depan. Jadi bagaimana dengan semester lalu? Awal nyantai, tengah sedikit teler, dan akhir teler beneran :D Sampai pada satu titik yang tidak bisa dipisahkan dengan jurnal,buku, laptop, internet, tapi si tubuh pun menolak kalo kerjaannya itu2 mulu selama berminggu2. Akhirnya baru kali itu merasakan "pusing tujuh keliling" yang diliat semua muter, ngga sanggup berdiri bahkan untuk bergerak sedikitpun pusing dan mual nya ampunnn.
Alhamdulillah, walaupun begitu perjuangan nya, akhirnya tadi malam si pacar a.k.a proposal thesis sudah disetujui sama Prof. Yeayyy...Pertapaan bisa dihentikan sementara, bernapas dulu sebentar, Jadi mau kemana kita???
Ceritanya pengen ngabolang, tapi karena MERS ini jadi parno kemana2. huhuhuuuu
Berharap si MERS segera musnah dari bumi Korea. 

Teman2 yang lain sudah mulai mudik ke Indonesia, dan seperti tahun lalu, ramadhan dan lebaran tahun ini akan saya lewati seorang diri lagi disini . Hiksss...Pengen dekat keluarga, Pengen tarawiah dan sholat ied di mesjid kampung tercinta, Kebayang pasar ramadhan....Demi dan segala demi, baiklah bersabar dulu...

Anyway, semoga Ramadhan tahun depan ngga sendiri lagi ya El, Aamiin ya Rabb :D




Minggu, 10 Mei 2015

Hello Japan (Part 3)

Kyoto Hari 2  dan terakhir
Tujuan pertama hari ini adalah Fushimi Inari Taisha, Kiyomizu dera, Sannenzaka Ninnenzaka, Kyoto Univ dan menikmati sore di Kamo river. Hari ini ngga terlalu nyubuh bangunnya, karena semua destinasi dekat dengan guest house. Alhamdulillah ngga salah milih lokasi penginapan.
Dari Gojo guesthouse annex menuju fushimi inari taisha bisa dengan subway, Yup dengan senang hati mari mulai perjalanan hari kedua di Kyoto ^-^
Fushimi inari taisha terkenal dengan toori nya, selalu mupeng liat orang2 yang sudah kesana berpoto dengan latar toori ini. Hari Sabtu dan diluar dugaan saya ternyata banyak juga yang berkunjung kesana. Jadi lumayan padat dan tidak terlalu bebas foto2...huhuhuhu






Menyusuri si toori ini, makin lama makin nanjak dan memang menuju puncak gunung, saya putuskan tidak lanjut sampai puncak karena itinerary lain harus dijalani. Lanjut ke Kiyomizu dera dengan menggunakan bus. Dari perhentian bus, jalan nya nanjaaaakkkk lumayan bikin ngos2an :D
Daaannnn Kiyomizu dera ternyata lebih crowded daripada Fushimi Inari Taisha. Nyampe di bangunan utamanya udah pusing sendiri ngeliat banyak orang plus yg bikin tambah pusing bau dupa yang dibakar nya parah banget. Dan bahkan dibeberapa titik pentingnya sempat macet dan untuk ngambil poto pun harus ngantri...hahahaha




Puas poto dan lelah dengan keramaian, cari tempat yang tidak terlalu ramai, ketemu sebuah taman yang lumayan sepi dan kemudian lunch disana seorang diri :D
Perut kenyang, pusing sudah lumayan ilang lanjutkan perjalanan ke Kyoto univ melewati Sannenzaka Ninnenzaka. Dan lagi...lagi padet manusia juga disini. Sannenzaka Ninnenzaka ini rada mirip gion. Kalau gion datar nah ini rada bertangga2, disamping jalannya juga restoran2 tradisional jepang, toko barang antik jepang dll. Sayang ngga dapat foto bagus disini, tapi kebetulan bisa lihat Maiko asli sodaranya Geisha yang sedang melintas...hehehe



Dasar anak kuliahan, jalan2 tetep aja pengen berkunjung ke kampus. Kyoto Univ kampus kece no.2 se-jepang. Dan sempat akan nyangkut disini dahulu nya..Yattaaaa berkunjung ke calon kampus  :D



Menariknya mahasiswa disini pada bersepeda2 ria. Parkiran sepeda udah kaya parkiran motor di kampus2 Indonesia aja...Di Korea khususnya Korea Univ koq jarang banget ya nemu mahasiswa yg bersepeda. Hmmm.... Anyway tetep yang damai dan tidak crowded itu ya kampus. Berasa menemukan jiwa lagi, setelah sempat pusing tadi  :D Lamaaa cuma duduk diam di depan landmark Kyoto Univ ini. Menikmati tiap detik waktu yang berlalu. Inilah enak nya single traveller. Tidak terikat dengan siapapun bebas menikmati spot2 yang benar2 kita suka bahkan dengan hanya diam spt itu. Puas sepuas2 nya kampus inipun harus ditinggalkan, Alhamdulillah satu impian lagi terpenuhi.

Kyoto sore itu sangat indah, dari Kyoto Univ lanjutkan dengan bus menuju Kamo river. Sebelum menggalau di Kamo river singgah jajan ke lawson. Banyak juga yang menghabiskan sore di Kamo river hari itu, tidak jauh di sebelah kanan saya ada couple, sebelah kiri dua orang kakek yang asyik ngobrol sambil 'minum' sptnya.

Kembali menikmati suasana dalam diam. Hey Kyoto, bolehkah aku berteriak bahwa aku semakin jatuh cinta padamu. Rasa itu bertambah setelah aku menginjakan kaki di sini. Indahmu, Anggunmu, Ramahmu....
Tiba2 saja datang pikiran itu, 'aku akan kembali dengan dia' :')



Pagi keesokan hari nya, hari perpisahan dengan Kyoto daaaannn Kyoto memberikan salam perpisahan dengan turunnya salju...terharuuuu


Checkout Gojo guesthouse annex dan langsung menuju Kyoto station. Mari kita coba shinkanshen nan terkenal itu :D




Yokohamaaaa....Tokyooo aku dataaanggggg~



Minggu, 22 Maret 2015

Hello Japan (Part 2)

Kyoto
Pagi itu saya bangun awal, karena itinerary hari itu sangat padat. Salah satunya saya akan ke Arashiyama yang lumayan jauh dari pusat kota Kyoto. Jam 08.30 pagi saya sudah jalan menuju subway station. Di Kyoto ini hanya ada beberapa subway line, sehingga tidak semua daerah bisa dicapai dengan subway. Bus adalah satu2nya transportasi yang mencapai semua daerah. Kereta biasa juga ada, tetapi status nya sama dengan subway. Untuk sampai di Arashiyama saya harus naik subway terlebih dahulu dan transfer ke kereta biasa. Perjalanan dari pusat Kyoto ke Arashiyama sekitar 1 jam lebih. Menariknya, kereta menuju Arashiyama adalah kereta yang hanya terdiri dari beberapa gerbong, tidak panjang. Kereta pun jalan, dan saya memasuki pemandangan khas pedesaan Jepang. Lumayan masih banyak hijaunya dan berasa sangat damai. Sampai di Arashiyama station, diluar dugaan hujan. Untung saya sudah persiapkan payung, jadi perjalanan tetap bisa dilanjutkan. 

Tujuan pertama hari itu adalah Togetsukyo (Moon Croosing) Bridge. Hujan dan berangin, narsis poto2 pun agak terhalang karena susah untuk pegang payung dan tongsis...hahaha Tapi togetsukyo bridge dengan latar bukit yang berkabut itu benar2 eksotis.



Oke, karena anginnya kurang 'payung'siawi tidak berlama2 di jembatan tersebut saya lanjutkan perjalanan menuju Tenryuji temple. Sempat salah arah, nanya ke bapak2 restoran, dan ngerti penjelasannya cuma karena bahasa tubuh beliau :D
Tenryuji temple ini bagi saya kesannya 'something old yet fancy' 






 


Lumayan banyak turis hari itu yang mengunjungi tenryuji temple, puas poto2 dan saya keluar dengan niat hati menuju bamboo forest nan terkenal itu. Tetapi setelah lihat di flyer, ternyata si bamboo forest bisa diakses langsung dari jalan yang ada di temple, yahhh sudah terlanjur keluar dan si mba2 yang jaganya bilang kalo bisa lewat jalan lain yang harus menyusuri jalan raya dulu. Baiklah...lanjuttt
Dan ternyata lumayan juga jalan nya :D Jalur Bamboo forest ini lumayan panjang, awal masuk si bamboo nya ngga begitu bagus dan rapih susunan nya, makin kedalam, makin rapat makin bagus dan makin nanjak juga. Jadi yang awalnya banyak orang, lama2 ada seleksi alam karena pada malas nanjak. Bagusss...bisa foto2 tanpa ada gangguan...hahaha
Bamboo forest ini merupakan healing moment tersendiri bagi saya, udara segarnya, heningnya, bunyi bambu yang bergesekan ketika ada angin. Betahhh bgt disini...Pluss a lil bit romantic for me couple :D sampai ada yg lamar sang pacarnya disini...cuma bisa senyum2 envy ngeliat nya...T.T



Hmmm...waktu cepat sekali berlalu ditempat yang menyenangkan ini, Salam perpisahan pun harus diucapkan kpd Arashiyama. Tapi sebelumnya harus mencoba Macha ice cream yang katanya paling mantap disini, dingin padahal tapi tetap bela2in...hahaha


Bye...bye Arashiyama~~~

Next, Kinkakuji Temple. Dari Randen Arashiyama station naik kereta transfer satu kali dan dilanjutkan dengan jalan kaki. Sebenarnya bisa naik bus dari station terakhir, tapi dengan alasan ingin menikmati udara segar kyoto akhirnya lebih milih jalan. Sekitar 15 menit jalan dan sampailah saya di sana. Pengen teriak rasanya....
Ketika melihat temple ini di buku saat SD, saya berjanji pada diri sendiri bahwa saya akan mengunjunginya. Dari SD, keanggunan temple ini dan Kyoto seperi magnet yang menarik saya untuk datang kesana. Akhirnya saya disiniiiiiii....melihat langsung apa yang saya lihat di buku sekitar 15 tahun yang lalu. Kamu lebih anggun ketika dilihat langsung, Kinkakuji....






Si kuil emas sudah dikunjungi, sodaranya pun harus dikunjungi kuil perak (Ginkakuji)




Haripun beranjak sore, kaki juga sudah capek....sempatkan beli macha puff dan duduk menikmati sore nan indah itu tidak jauh dari gerbang Kinkakuji



Sebelum pulang ke penginapan, saya singgah di Gion, penasaran dengan kehidupan malam disana yang katanya wajib untuk dilihat. Ternyata tidak ada yg terlalu istimewa disana selain deretan restoran traditional jepang yang harganya kece2 badai. :D



Saatnya pulang, istirahat dan lanjutkan penjelajahan esok hari ^-^





Kamis, 19 Maret 2015

Hello Japan (Part 1)

Banyak yang bilang, menjelajah lah selagi masih single. Traveling saat single dan nanti saat sudah berkeluarga akan beda sensasinya. Itu lah yang benar2 saya amalkan saat ini. :D
Jepang, negara impian dari semenjak SD sudah memanggil2, tidak jauh di seberang sana.

November 2014 tiket sudah fix dan mulai susun itinerary general. Tapi tetap ga bisa fokus karena jadwal kuliah dan tugas. Baru bisa fokus ketika Final exam beres dan itu sekitar 2 minggu sebelum keberangkatan. Booking penginapan, detail itinerary. Karena solo backpacker jadi bener2 harus detail daripada nanti ribet sendiri. Untuk visa, submit sekitar awal Desember. Saat itu lumayan agak ragu juga apakah si visa bisa di approve atau tidak, karena image yang masih ada di kepala untuk mendapatkan visa ke Jepang itu sulit. Persyaratan sudah lengkap, saya beranikan diri ke Kedubes Jepang yang ada di Seoul, tidak begitu jauh dari Anguk Station. Karena status saya mahasiswa jadi harus melampirkan bukti bahwa saya bener2 kuliah disini, mereka minta CoA. Karena memang tidak ada di persyaratan generalnya akhirnya dengan langkah gontai saya pulang dan kembali keesokan harinya. Hari selanjutnya, saya submit lagi semua dokumen, bayar 35.000 Won, dan taraaa petugasnya bilang kalau besok visanya sudah bisa diambil. Berkaca2....Alhamdulillah ternyata tidak sesusah yang saya pikirkan. Dan hari selanjutnya visa sudah di tangan....Yattaaaa

Pertengahan Desember, seselesainya final exam. Fokus kesemua detail. Fiksasi penginapan di Kyoto, Transport di Jepang nya, beberapa list di itinerary harus direlakan untuk dicoret karena keterbatasan waktu dan berkali2 ganggu Oneechan untuk skype. Daaann akhirnya 8 Jan 2015, Peach Airline ICN-KIX 20.50. Antara Excited dan sedikit khawatir, akankah perjalanan ini lancar???? Ucapkan Bismillah dan tepat jam 22.30 pesawat pun landing di Kansai Int Airport, Osaka. Peach Airline memang flight dengan status LCC jadi landingnya di terminal 2 KIX. Sudah malam dan  sudah sepi juga di terminal 2 ini. Saat di Imigrasi, Bapak petugasnya ramah bgt dan mas2 yang di custom declare nya unyu2 juga, nanya2 dengan inggris yang kental jepangnya, Sepet mata jadi sedikit fresh setidak nya...Ahahaha
Okee, karena memang tidak berniat untuk langsung ke pusat kota Osaka malam itu juga, saya langsung naik shuttle bus KIX ke terminal 1. Karena sebelumnya sudah ada pengalaman tidur di Changi saat ngabolang ke Singapore dulu, saya pengen coba lagi utk mencari tempat untuk sekadar rebahan di KIX ini. Masuk ke terminal 1, dan sedikit bingung mau ke arah mana, saya lihat ada stand information dengan berbagai macam flyer dan brosur disana. Mata tertuju ke satu flyer, Kansai Airport for Muslims. Alhamdulillah, ternyata di KIX ini ada beberapa prayer room dan restaurant halal juga. Senangnyaaaa...langsung lah saya cari itu prayer room, sampai disana seperti dugaan awal memang tidak ada siapa2. Hehehe Izinkan saya untuk menumpang semalam saja di sini,  Malam itupun saya lewati dengan tidur di prayer room KIX :D.

Pagi pun menjelang, siap2 utk bertolak ke pusat kota Osaka dan melancarkan itinerary hari pertama. Sebelumnya saya membeli Kansai Pass dahulu, ada counter khusus yang memang melayani pembelian Kansai Pass ini di KIX. Saya beli pass yg utk 3 hari, karena sesuai itinerary saya akan berada di wilayah Kansai selama 3 hari. Pertimbangan saat itu dan setelah dihitung2 lebih baik menggunakan pass ini dari pada ribet beli tiket tiap akan menggunakan transportasi, belum tau lagi kalau nyasar2. hahaha Okeeyy....Kansai Pass sudah di tangan dan marilah mulai petualangan....



Osaka
Tujuan pertama hari itu adalah Sumiyoshi Inari Taisha shrine, shrine ini dilewati Nankai Airport line yang memang saya gunakan saat itu. Turun di station dengan nama yang sama dengan shrine nya. Jalan keluar sedikit dan sampailah di shrine ini. Masih pagi memang, tapi shrine ini sudah ramai, seperti ada festival atau perayaan khusus disana. Shrine ini tidak begitu luas jadi tidak butuh waktu lama utk mengelilingi nya.




Kejadian unik disini adalah, ketika saya asik jalan sendiri bertongsis2 ria, ada seorang Kakek yang sedang bersepeda ria dengan anjingnya pagi itu. Beliau mendekati saya, menanyakan beberapa hal dan saya jawab dengan bahasa jepang ancur2an dan akhirnya si kakek minta foto bareng karena penasaran dengan tongsis yang saya gunakan...hahahaha


Puas muter2 di shrine ini saya lanjutkan perjalanan ke Osaka castle. Sempat salah naik kereta, nyasar dan menjelang siang sampailah saya di Osaka castle tersebut. Melihat dari kejauhan huaaahhhh udah ketawa2 ngga jelas sendiri. Biasa nya saya melihat bangunan tersebut di buku, internet, tipi dan sekarang...heeeuuuu senang haru....huhuhuhuhu
Sebelum bener masuk ke lingkungan Osaka castle, saya melewati taman dan seperti bendungan yang mengelilingi castle ini...Indahhh 


Jalan lumayan jauuuuuuh, dan akhirnya sampai disana T.T


Castle ini berdiri indah di hadapan saya, untuk beberapa lama hanya bisa diam. Teringat ketika sekitar 6 bulan sebelumnya Keiko neechan memamerkan foto dia dan Ken-chan saat ke Osaka castle. Siang itu Osaka tidak terlalu dingin, Saya betah berlama2 duduk di taman depan osaka castle ini sekalian lunch dan melihat bebek2 yang asik bermain di kolam sekitaran taman. Puas disana dan yup perjalanan pun harus dilanjutkan. Karena sudah lumayan sore, list ke umeda sky building saya coret, karena takut kemalaman sampai Kyoto dan kondisi cuaca Osaka saat itu berkabut, jadi ngga ada gunanya juga ke umeda kalo nanti cuma bisa lihat kabut....hahahha

Lanjutkan dengan kereta, ganti subway dan sampailah saya di Umeda station untuk Hankyu line tujuan Kyoto. Saya pilih jadwal Hankyu jam 5 sore, dan benar2 terpesona melihat penampakan kereta Hankyu ini. Jenis kereta zaman baheula tapi kesan nya mewah bgt.



Perjalanan Osaka-Kyoto dengan Hankyu Line ini sekitar 1 jam, Saya nikmati pemandangan selama perjalanan. Apa yang ada di buku, komik, film2 jepang sekarang nyata saya lihat. Seiring berjalannya kereta pemandangan pun berubah, dari Osaka yang metropolitan memasuki country side dan sejam berlalu, akhirnya saya sampai di kota yang benar2 saya impikan untuk dikunjungi ini, Kyoto. Kota yang sangat indah dan jauh dari hiruk pikuk metropolitan. 

Turun kereta, lanjut ke JTB Takashimaya  untuk membeli tiket shinkansen ke Yokohama. Rencana awal, dari Kyoto ke Yokohama saya akan naik bus, dengan alasan bisa menikmati perjalanan dan yang pasti lebih murah walaupun butuh waktu hampir 10 jam perjalanan. Tetapi setelah googling, ternyata ada Puratto Kodama, Jenis shinkansen yang menawarkan harga tiket sedikit lebih murah dibandingkan harga yang sebenarnya. Keiko Oneechan juga bersikeras menyuruh saya untuk pake shinkansen saja, dengan alasan khawatir dan lebih baik untuk sampai lebih awal di Yokohama karena Ken-chan libur kantor jadi bisa diajak jalan Ken-chan dulu. Hmmm...setelah menimbang dan menimbang akhirnya saya putuskan untuk beli tiket Puratto Kodama saja, OK, sudah PD untuk membeli tiket nya dan ternyata seat di jam yang saya inginkan sudah sold out semua....mewekkk hiksss, dan kemudian si mba2 disana nya menawarkan untuk ambil tiket shinkansen biasa saja. Menurut beliau ngga beda jauh, tapi bagi backpakeran macam saya, itu sangat berharga, Yen lagi, di convert ke rupiah....hukssss
Mikir, mikir, mikir dan Bismillah saya ambil tiket shinkansen biasa, Yasud lah ya, sekalian disini...harus nyoba shinkansen...tapi tetap kalo inget harga nya masih rada2...hahaha



Tiket ke Yokohama udah fix, Sudah malam juga dan capek minta ampun saya lanjutkan perjalanan menuju penginapan, Gojo Guest house Annex tidak jauh dari Gion dan Kiyomizu dera temple. Dari Kawaramachi station dengan bus sekitar setengah jam. Dari bus terlihat kehidupan Kyoto malam itu.
Tidak sabar untuk menjelajah esok hari. 

Okey, turun dari bus...saya ikuti peta menuju guest house tsb. Dan teryata saya melewatkan gang nya...huhuhu berjalan terlalu jauh dan nyasarrrr....malam, capek, laper, dingin dan Kyoto ternyata lebih dingin daripada Osaka. Kaki sudah mulai susah diajak kompromi, saya berhenti di perempatan jalan kecil masih sibuk melihat peta dan tiba2 ada seorang ibu muda dan anak perempuan nya menghampiri. Beliau menanyakan "Ada yang bisa saya bantu?" Saya kaget, Dan saya menjelaskan kalau saya ingin ke alamat ini sambil menunjuk peta. Beliau ternyata juga agak kesusahan mendeteksi alamat tersebut, akhirnya berinisiatif untuk nanya ke cafe yang tidak jauh dari tempat kami berdiri. Setelah mendapatkan penjelasan dari orang cafe, saya takjub beliau bersedia mengantarkan saya ke alamat yang saya tuju karena posisi nya memang agak susah dicari. Saya agak merasa kurang enak, sudah malam, beliau bawa anak kecil dan dingin. Berkali2 beliau jawab "Daijoubu desu" untuk meyakinkan saya. Selama perjalanan menuju penginapan saya manfaatkan bahasa jepang saya yg ala kadarnya itu untuk berkomunikasi dengan beliau. Lumayan jauh berjalan akhirnya sampai di depan penginapan. Saya benar2 berterima kasih kepada Ibu muda tersebut dan ketika mereka sudah jalan saya dengar beliau berkata kepada anak nya yang dalam bahasa Indonesia nya kira2 seperti ini " Alhamdulillah ya, kita bantu orang". Mereka malaikat penolong saya malam itu. Bahkan beliau tidak mengerti bahasa Inggris tetapi menawarkan bantuan kepada orang asing yang entah dari mana, di malam yang dingin, dan beliau bawa anak kecil pula. Saya benar2 terharu...dari kecil beliau sudah mengajarkan hal tersebut kepada anak nya.
Masuk ke penginapan, Check in dan Alhamdulillah tempat nya pewe. Saya dapat kamar tipe traditional. Jadi kamar dengan tatami dan futon. Sukaaaa....


Dinner, beres2 dan tidurrr.....Hai Kyoto, besok aku akan menjelajahi mu :D

Jumat, 14 November 2014

Sekilas Juni ke November

Whuaaa sudah berapa bulan ini sejak curhat terakhir disini...hahaha
Padahal dari liburan summer kemaren sudah ada niat untuk berkicau ria di sini lagi, tapi  karena pas summer sibuk main dan jalan2 dan setelah itu mulai kuliah lagi dengan kesibukannya yang ga ada ampun. Semester kedua ini, lebih kerasa beratnya dari semester pertama. Mata kuliah yang diambil pun bertambah dan saya dengan PD nya ambil satu matkul yang berbau psychology dengan Prof yang sangat strict. Sebenarnya saya ingin menantang diri sendiri mengambil kuliah ini. Salah satu tugas mingguan wajib dari matkul ini adalah menulis kritik essay dari sebuah jurnal yang tujuan akhirnya agar mahasiswa terbiasa berpikir kritis. Saya sangat sangat kurang di bidang ini, oleh karena itu saya tantang diri untuk ambil matkul ini walaupun senior melarang karena prof nya termasuk yang strict. Okey, bagi saya yang tidak biasa berteman mesra dengan jurnal, tugas ini terasa sangat berat. Belum memahami teori nya, memahami jurnal secara keseluruhan dan yang tidak kalah penting adalah statistiknya. Butuh waktu lebih dari 4 jam bagi saya untuk memahami jurnal tersebut. Paham akan jurnal dan setelah itu berpikir lagi untuk membuat kritik essay nya. Kritik essay yang pertama hasilnya sangat tidak memuaskan. Setiap kritik essay prof memberikan feedback dan score. Kritik yang kedua masih jelek dan saya mulai tidak percaya diri dengan matkul ini...
Kritik yang ketiga mulai prof memberikan feedback positif, saat itu lah semangat saya tumbuh. Ya memang tidak ada yang instan semuanya butuh proses dan perjuagan. Matkul yang lain alhamdulillah bisa saya jalani dengan maksimal. Dan itu sekilas cerita kuliah semester ini.

Mundur ke bulan Juli
Saat itu saya bertekad untuk tidak mudik lebaran ke Indonesia, Saya jalani Ramadhan disini seorang diri karena Mba tizzy mudik. Awalnya berasa sepi, tetapi lama kelamaan terbiasa dan saya juga sering ketempat ana atau ke Mesjid Itaewon untuk berbuka dan sekalian tarawiah. Les korea di Itaewon pun tetap lanjut, dengan keiko neechan pun tetap rajin jalan2 walaupun dia kasihan melihat saya ga makan dan minum apalagi itu summer. :D
Malam takbiran saya putar takbiran dari youtube, heuuu dan ini bikin mellow sendiri~~~
Sholat Ied di mesjid Itaewon bareng teh dede dan Mas Benni, setelah itu kita makan di sekitaran Itaewon dan menjelajah ke Dongdaemun Historical Park sampai sore. Karena Ied korea lebih cepat sehari dibandingkan Indonesia, besoknya skype bareng orangtua, dannnn Ibu suri tidak bisa membendung air mata karena anak kesayangan beliau tidak berada di samping nya lebaran ini. Memang baru Ied fitri kali ini  saya jauh dari mereka. hehehe
Keiko neechan pun langsung mentraktir saya kebab merayakan kesuksesan saya puasa sebulan katanya.

Liburan summer ini benar2 saya manfaatkan muter2 Seoul bareng Keiko neechan bahkan sendiri. Salah satu list saya yaitu wisata ke DMZ sudah tuntas saya laksanakan. Dan menariknya saya ikut tour tanpa teman dan selama tour bertemu seorang ibu dari Hongkong bersama keluarganya, kita banyak cerita dan jadi dekat dan gak disangka2 juga saya bertemu orang Indonesia yang ternyata satu orangnya awardee LPDP yang saat ini kuliah di Kyushu Univ, Jepang dan satu orang lagi Staff LPDP. Mereka berteman dan janjian untuk jalan ke Seoul, dan berjodoh juga bertemu saya di tour DMZ tsb. Akhirnya saya ga kesepian :D
Melissa, teman Mexico saya mengundang Keiko neechan, Kenchan dan saya untuk lunch bareng. Kita ditraktir di restoran dwenjang jjigee yang katanya paling enak dan terkenal. Dan ternyata memang enak . Saya yang bukan pencinta dwenjang jjigee pun jatuh cinta dengan rasanya. :D Setelah itu kita diajak main kerumahnya di daerah Gupabal. Suami Melissa ini orang Korea, kita dikenalkan dengan suaminya dan ketika dirumahnya dikenalkan dengan bapak mertuanya yang sangat kocak dan bahasa inggris nya sangat bagus, karena beliau dulunya pelaut dan sudah keliling dunia. Kangen sama Ahjussi itu...hahaha
Beberapa hari setelah itu Keiko neechan back for good ke Yokohama, karena suaminya Kenchan dipindah tugaskan ke kantor yang di Jepang. Sedihhh...karena kehilangan sosok yang sudah saya anggap kakak kandung disini. Keiko neechan menghibahkan seabrek alat2 dapur utk saya karena saya akan pindah ke rumah baru.

Pertengahan Agustus ada MT jurusan. Seluruh mahasiswa Edutech berkumpul dari yang sangat2 senior sampai yang baru masuk, kita nginap bareng di daerah Kyeonggi-do. Saya sudah ga heran kalau ngumpul2 spt ini di Korea pasti mereka akan mabok. Tapi saya benar2 baru kali ini melihat Prof saya yang benar2 mabok. Beliau yang biasanya kalem berubah drastis. Semua orang nyanyi, nari, minum lagi dan saya hanya memperhatikan mereka. Ga tau kenapa tiba2 Prof menyuruh saya untuk nyanyi. Saya kira Prof hanya becanda dan ternyata semua orang mendukung saya untuk nyanyi. Wahhh apa2 ini...kenapa saya jadi kena sasaran juga, saya berusaha menolak sampai Prof bilang pokok nya kita akan tunggu kamu sampai mau nyanyi. Jrenggg...jrenggg saya ga tau mau nyanyi apa. Prof bilang, saya pengen dengar lagu Indonesia dan saat itu lagu yang ada di kepala saya adalah "cicak cicak di dinding" Saya bingung sendiri, masa iya nyanyi cicak cicak di dinding. Ga keren amat. Tapi mereka kan ga ngerti juga...Yasud lah hajar saya. Saya masih sibuk mikir dan Prof bilang, Coba kamu nyanyiin lagu kebangsaan kamu El. Eitsss...Indonesia Raya di depan orang2 Korea ini. Masih berpikir dan semua orang bersorak menyemangati saya. Baiklah alasan penolakan sudah tidak diterima lagi dan mereka menunggu saya. Akhirnya melantun lah lagu Indonesia Raya dengan suara saya yang sangat indah di tengah2 hadirin orang Korea ini....ahahahha
Selama saya menyanyi semua orang diam, hikmat mendengar. Selesai dan semua heboh tepuk tangan. Prof langsung komentar "Bagus ya lagu kebangsaan Indonesia, Berasa dalam nya. Walaupun saya ga paham liriknya tapi bikin saya merinding. Juga irama nya semangat, ga kaya lagu kebangsaan Korea" Dan selanjutnya beliau minta dijelaskan makna lagu Indonesia Raya tersebut.
Aneh juga ketika sendiri menyanyikan lagu kebangsaan di negeri orang dan yang mendengarnya bukan orang Indonesia pula. Saat itu saya baru sadar, Hari itu 15 Agustus 2014, 2 hari lagi 17 Agustus, peringatan hari kemerdekaan negeri tercinta. Saya sudah dahulu menyayikan lagu Indonesia di sini. :)
17 Agustus, pindahan ke rumah baru dengan pengalaman 'keren' yang tidak akan terlupakan.
 
Akhir Agustus, Korea Univ dipercaya untuk menjadi tuan rumah I-Come Conference. Dan saya dipercaya menjadi pendamping keynote speaker dari Malaysia. Selama acara Prof tsb banyak bercerita dan banyak memberikan masukan2 untuk saya. Alhamdulillah saya dipertemukan dengan orang yang luar biasa ilmunya dan diizinkan dekat dengan beliau.

Dan sekarang sudah pertengahan November, Peralihan dari autumn ke winter. Semester ini hanya tinggal sebulan lagi setelah itu libur winter pun dimulai. Senang ada, sedih ada, khawatir ada. Senang karena Insya Allah akan ngabolang ke negara yang diimpikan dari dulu. Sedih karena semakin sedikit waktu yang tersisa disini dan khawatir menghadapi semester ketiga.
Bagaimanapun Do your best el.....